uang Dialektika #27 yang berkolaborasi dengan program Critical Space Of Educational Management (CSEM) HIMA Administrasi Pendidikan FIP UNY.

Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY menyelenggarakan program Ruang Dialektika #27 yang berkolaborasi dengan program Critical Space Of Educational Management (CSEM) HIMA Administrasi Pendidikan FIP UNY. Program Ruang Dialektika merupakan salah satu dari program kerja Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY yang bertujuan untuk sebagai wadah – khususnya mahasiswa Kebijakan Pendidikan – untuk mengembangkan serta mengasah kembali nalar kritis yang hakikatnya dimiliki oleh manusia. Ruang Dialektika adalah sebuah forum diskusi rutin yang merupakan program kerja insidental Departemen Penalaran HIMA KP UNY. Ruang Dialektika #267 X CSEM Tahun 2022 diselenggarakan pada hari Minggu, 23 Oktober 2022 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB melalui platform Zoom Meeting dan dibuka gratis untuk umum. Acara tersebut dipantik oleh Marwoto, SH, MAcc. (Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta) serta dimoderatori oleh Kinan Widianto (Kepala Departemen LSP BEM FIP UNY 2022). Tajuk dari pembahasan Ruang Dialektika #27 adalah “Isu Penghapusan Tenaga Honorer Pada Tahun 2023”. Tajuk tersebut diambil berdasarkan kesepakatan oleh Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY dan Bidang Penalaran dan Pengembangan HIMA AP FIP UNY untuk mewadahi mahasiswa prodi Kebijakan Pendidikan, prodi Manajemen Pendidikan, serta mahasiswa dan masyarakat umum untuk berdiskusi berdasarkan peristiwa ter-update yang sedang hangat diperbincangkan di pemberitaan dan di dunia maya. Terlihat antusiasme dari peserta diskusi baik secara kuantitas maupun kualitas. Pada pertengahan acara, peserta diskusi mencapai 53 orang. Diskusi juga berjalan sangat hidup dengan beberapa peserta yang berpendapat baik pro maupun kontra terkait permasalahan yang sedang dibahas. Saat ini, tenaga honorer mendapat sorotan publik akibat akan dihapus pada tahun 2023 mendatang. Menurut Menpan-RB, permasalahan ini terdapat tiga opsi, yaitu menghentikan semua tenaga honorer, mengangkat semua tenaga honorer, atau mengangkat secara bertahap sesuai dengan skala prioritas mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Pemerintah dan para pembuat kebijakan berencana akan menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang dan digantikan oleh outsourcing sesuai dengan kebutuhan. Menurut salah satu pengamat kebijakan publik, penghapusan tenaga honorer akan berdampak buruk terhadap pelayanan publik karena jumlah tenaga honorer yang berada di masing-masing lembaga pemerintah tidak sedikit. Selain itu, penghapusan tenaga honorer akan berdampak buruk terhadap sektor ketenagakerjaan dan ekonomi karena bertambahnya jumlah pengangguran. Oleh karena itu, tujuan dari diskusi ini adalah untuk mengetahui isu penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 dilihat melalui dampak jangka pendek dan jangka panjangnya khususnya di Kota Yogyakarta, serta untuk mengetahui solusi dari pemerintah Kota Yogyakarta mengenai hal tersebut. 

Back To Top