Press Release Advokasi HIMA Kebijakan Pendidikan dengan Pimpinan Jurusan FSP FIP UNY 2021

PRESS RELEASE

Advokasi HIMA Kebijakan Pendidikan dengan Pimpinan Jurusan FSP FIP UNY

Penyampaian Isu-Isu Selama Perkuliahan Daring

HIMA KP FIP UNY 2021


Advokasi tahun ini mengangkat tema “Revitalisasi Nalar Kritis, Membangun Jiwa Aktivis” dan dilaksanakan dalam empat rangkaian, dimulai dengan Pelatihan Advokasi, kemudian dilanjutkan dengan Pra Advokasi, setelah itu adalah Advokasi dengan jurusan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2021. Setelah kegiatan Advokasi dengan jurusan FSP, rangkaian terakhir dari kegiatan Advokasi ini adalah Press Release.

Acara Pelatihan Advokasi dihadiri oleh perwakilan dosen Kebijakan Pendidikan dan juga perwakilan ormawa sebagai tamu undangan. Pelatihan Advokasi pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2021, dengan narasumber Ibu Ashilly Achidsti, S.I.P. MPA. Beliau merupakan Peneliti di PPPK Fisipol UGM dan Pegiat Pergerakan Mahasiswa. Kemudian pada tanggal 17 Juli 2021 dilaksanakan acara Pelatihan Advokasi yang kedua dengan narasumber Bapak Yossy Suparyo, beliau merupakan Direktur Inovasi dan Teknologi DPN Gerbang Tani. Pelatihan Advokasi sesi ketiga dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021 dengan narasumber dosen prodi Kebijakan Pendidikan, yakni Ibu Ebni Sholikhah S.Pd., M.Sc.

Setelah Pelatihan Advokasi, pada tanggal 1-4 Agustus 2021 dilaksanakan kegiatan yang kedua yakni Pra Advokasi. Pra Advokasi merupakan penjaringan aspirasi dengan menyebarkan angket menggunakan google form yang berisi isu-isu penting untuk segera di advokasikan ke pihak jurusan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah aspirasi mahasiswa Kebijakan Pendidikan agar segala keluh kesah mahasiswa dapat tersampaikan, selain itu kegiatan Pra Advokasi juga memberikan ruang agar mahasiswa Kebijakan Pendidikan dapat lebih aktif dalam memantau isu-isu terkini yang berkaitan dengan prodi Kebijakan Pendidikan. Angket Pra-Advokasi dibagikan melalui grup-grup WhatsApp angkatan 2018, 2019, dan 2020.

Pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021, diselenggarakan acara inti yakni Advokasi yang menghadirkan pimpinan jurusan FSP dan dosen prodi Kebijakan Pendidikan serta mahasiswa aktif kebijakan pendidikan dari angkatan 2018 hingga angkatan 2020. Pada kegiatan advokasi tersebut panitia menyampaikan hasil form aspirasi yang sudah dibagikan kepada mahasiswa Kebijakan Pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari Bapak/Ibu dosen FSP dan dari mahasiswa.

Berikut hasil dari rekapitulasi aspirasi mahasiswa berdasarkan google formulir:

  1. UNIVERSITAS

  1. Perkuliahan Daring 

  • Sebagian mahasiswa sudah merasa bahwa perkuliahan daring sudah efektif. Sebagian yang lain mengatakan bahwa pembelajaran daring belum efektif karena beberapa kendala pribadi seperti, jaringan internet dan situasi rumah yang kurang tenang. 

  • Mahasiswa menginginkan kuliah berjalan secara tatap muka jika kondisi sudah memungkinkan, diharapkan kampus sejak sekarang sudah berusaha menyiapkan fasilitas yang memadai terkait prokes. 

  • Pemberian subsidi bantuan kuota kurang memenuhi kebutuhan mahasiswa selama perkuliahan daring. 

  1. Pelaksanaan KKN-PK

  • Jadwal pembimbingan dirancang lebih matang sehingga info dapat disampaikan lebih bawal.

  • Pelaksanaan KKN PK harapannya lebih dipermudah lagi dalam pembuatan dan pelaksanaan peraturan.

  1. FAKULTAS

  1. Kegiatan Ormawa

  • Kegiatan ormawa dapat segera dilakukan secara luring apabila kondisi telah memungkinkan.

  1. JURUSAN

  1. Perkuliahan daring

  • Dosen tidak mengharuskan mahasiswanya menyalakan video pembelajaran.

  • Ada beberapa dosen yang hanya memberi tugas melalui google classroom tanpa menjelaskan maupun membahas, sehingga mahasiswa kurang mengerti apakah tugas tersebut benar atau salah. SEhingga diharapkan ada feedback yang diberikan dosen atas tugas mahasiswa. 

  • Pemberian tugas, UTS, dan UAS yang diberikan oleh dosen diharapkan sesuai dengan siakad dan beban mahasiswa. Dosen juga diharapkan memperbanyak diskusi terkait dengan permasalahan kebijakan pendidikan maupun permasalahan sosial.

  1. Akreditasi Jurusan 

  • Prodi Kebijakan pendidikan dinilai sangat baik dari berbagai segi seperti fasilitas, jurusan, dosen, dan mahasiswa.

  • Perkembangannya dapat dilihat seperti munculnya kegiatan baru yang berinovasi.

  • Kebijakan Pendidikan menjadi prodi yang unggul dan favorit serta prodi yang menghasilkan mahasiswa berpotensi, kritis, humanis, edukatif, dan bermoral.

  • Prodi mendukung kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa Kebijakan Pendidikan, membantu mengembangkan dan mendampingi minat bakat yang dimiliki oleh mahasiswa.

  • Harapannya akreditasi akan menambah danya pendalaman terkait prospek lulusan prodi Kebijakan Pendidikan. Selain itu menjadi jalan untuk Prodi Kebijakan Pendidikan dapat dikenal khalayak umum agar luas ekstensi dan    relasinya. Harapannya kualitas alumni nantinya juga dapat teruji dan mampu memenuhi standar.


  1. Program Kampus Merdeka 

  • Adanya mitra dengan instansi international agar banyak peluang pertukaran pelajar.

  • Kualifikasi dan instansi dengan syarat pendidikan masih minim dan terbatas karena mayoritas membutuhkan kualifikasi ( seperti IT dan ekonomi ).

  • Implementasi Kampus Merdeka masih cukup sempit.

  • Mahasiswa bimbang mengambil mata kuliah di luar bidangnya serta masih kurang paham dengan teknis Kampus Merdeka


  1. KKN-PK

  • Pelaksanaan KKN dan PK di jurusan FSP dinilai cukup baik oleh mahasiswa.

  • Jurusan kurang tanggap dalam merespon keluhan mahasiswa terkait kendala di tempat magang.

  • Pelaksanaan KKN dan PK di jurusan FSP juga dinilai kurang maksimal, dilihat dari telatnya info yang diberikan oleh jurusan terkait KKN.

  • Tidak ada perubahan dari tahun pertama selama pandemi, mahasiswa dilepas untuk mencari dan izin secara mandiri di lembaga terkait PK, dan masih belum adanya evaluasi.

  • Pelaksanaan KKN dan PK berjalan dengan baik, maksimal, dan lebih menarik. 

  • Jurusan aktif mendampingi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester 7 yang sedang menjalani KKN dan PK.


  1. Kegiatan HIMA

  • Jurusan diharapkan lebih meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan HIMA dalam kegiatan-kegiatan tertentu.


  1. Pendampingan Mahasiswa

  • Pendampingan mahasiswa membantu meningkatkan kompetensi mahasiswa terutama dosen yg suportif dalam memberi semangat belajar di masa pandemi.

  • Harapannya pendamping lebih giat dalam menyebarkan info dari HIMA


  1. Laboratorium FSP

  • Fasilitas laboratorium belum terlalu signifikan, bahkan kurang.

  • Harapannya lab dapat digunakan sebagai tempat analisis kebijakan, seperti laboratorium big data, maupun tempat untuk memproduksi konten seperti youtube atau podcast.

  • Pemanfaatan laboratorium selama pandemi tidak dilanjutkan.


  1. Jurnal Foundasia dan Jurnal Spektrum FSP

  • Jurnal tersebut sangat membantu perkuliahan terutama dalam penugasan

  • Mungkin mahasiswa dapat dilibatkan dalam proyek penelitian dosen atau mungkin dapat memberikan hibah dana penelitian bagi mahasiswa KP dalam pembuatan jurnal.

  • Ada mahasiswa yang belum mengetahui tentang jurnal tersebut, dan selama ini masih mengandalkan jurnal dari luar untuk membantu penugasan.


  1. Program Kewirusahaan FSP 

  • Program KWU sudah baik, namun ada pula yang mengatakan bahwa program tersebut belum maksimal.


  1. Media Penunjang Perkuliahan di FSP

  • Sebagian besar mahasiswa mengatakan sudah cukup baik.

  • Sarannya, sebaiknya prodi KP mengupgrade diri untuk terjun dalam dunia digital seperti sosial media. Pengembangan tersebut sudah bagus akhir-akhir ini.


  1. Harapan dan Keinginan Mahasiswa untuk FSP Kedepan 

  • Semoga kedepannya dapat semakin unggul dengan menghasilkan lulusan yang semakin kritis, fasilitas yang lebih memadai, serta dosen dapat menyediakan bahan ajar untuk menunjang perkuliahan.

  • Semoga pelaksanaan pembelajaran daring semakin efektif dan efisien. Harapannya lulusan KP dapat segera mendapatkan formasi dalam seleksi ASN.


Tanggapan dari Jurusan:

  1. KKN PK

  • Terima kasih atas masukan dan saran yang telah diberikan terkait pelaksanaan PK-KKN. Pengurus jurusan akan terus berkoordinasi dan  berusaha untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan PK terutama dimasa pandemi. Kedepannya pelaksanaan PK semester ini akan dioptimalkan dalam hal koordinasi dan informasi serta sosialisasi SOP dan evaluasi terhadap pelaksanaan PK-KKN agar mahasiswa dapat mengetahui alur kegiatan PK-KKN sehingga mahasiswa bisa merencanakan program yang bisa dilaksanakan. Keluhan dan problem terkait PK-KKN dapat disampaikan kepada pengurus jurusan agar bisa dicari solusi bersama. Pengurus jurusan insyaAllah selalu berusaha terbaik mencari solusi bersama agar adik-adik mahasiswa bisa terbantu dalam mengatasi kendala-kendala yang ada.

  • Pembimbing KKN dan PK harus memiliki sikap suportif karena mahasiswa berasal dari berbagai daerah. Kemudian, jurusan akan menyiapkan SOP terkait KKN dan PK yang lebih jelas sehingga dapat melihat alur dan evaluasi yang lebih jelas berdasarkan data sebelumnya.

  • KKN di era pandemi menjadi sesuatu yang berbeda, mahasiswa tidak dapat memilih dosen pendampingnya. Terdapat 20% mahasiswa yang tingkat kemandiriannya tidak sama sehingga merasa kesulitan menjalani KKN secara daring. Respon masyarakat juga berbeda terhadap KKN online dibandingkan KKN secara offline.

  • DPL PK berasal dari prodi, namun DPL KKN bukan berasal dari prodi. Peraturan ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun.


  1. Kampus Merdeka

  • Terima kasih atas masukan dan saran yang telah diberikan terkait program merdeka belajar kampus merdeka. Seperti diketahui bahwa Program MBKM merupakan program yang baru disosialisasikan pemerintah dalam rangka merdeka belajar. Program MBKM memiliki banyak sekali program kegiatan yang bisa mahasiswa ikuti sebagai bentuk pengembangan diri, sekaligus membantu dalam hal pembelajaran yang membebaskan karena giat yang mahasiswa lakukan bisa diekuivalenkan dengan SKS perkuliahan.

Terima kasih atas saran yang diberikan, kedepannya Pengurus jurusan akan memprogramkan sosialisasi Program MBKM dengan semakin jelas dan sering lagi agar informasi yang jurusan terima terkait program MBKM dapat diteruskan kepada mahasiswa. Sekaligus mahasiswa juga secara aktif dapat terus mencari informasi terkait Program MBKM tersebut di laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id


  1. Perkuliahan Daring

  • Mahasiswa dan dosen mengalami culture shock, pembelajaran yang semula luring menjadi daring. Cara yang dapat dilakukan agar dapat beradaptasi dengan pembelajaran daring adalah mengubah mindset dan komitmen menjadi daring. Tugas kelompok yang dinilai tidak efektif karena terdapat mahasiswa yang tidak mengerjakan dapat diambil sisi positifnya. Mahasiswa yang mengerjakan akan lebih memiliki pengalaman dan pemahaman materi yang baik. Mahasiswa harus bekerja sesuai kondisional.

  • Secara mikro dan makro, pembelajaran daring harus ada kejujuran dan perubahan mindset. Teknologi diciptakan untuk memudahkan segala sesuatu sehingga pembelajaran daring dapat mudah dijalankan. Pemerintah telah merespon internet masuk desa sehingga dapat meminimalisir kendala-kendala yang dialami oleh beberapa mahasiswa yaitu susahnya akses sinyal di daerah pelosok.

  • Apabila dirasa pembelajaran belum bisa maksimal karena dari pihak jurusan, bisa disampaikan melaui e-monev. Pembelajaran juga bisa dimaksimakan melaui platform be-smart.

  • Pemerintah juga telah merespon berkenaan dengan internet masuk desa yang akan memudahkan mahasiswa melakukan pembelajaran dari rumah. 


  1. Pendampingan Mahasiswa

  • Sebagai pendamping HIMA, sudah menyampaikan informasi dari jurusan kepada HIMA yang kemudian dishare ke grup kelas.


  1. Laboratorium FSP

  • Semua fasilitas termasuk ruangan dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa KP dan Dosen KP. Kami sudah membuat pengajuan atas pembaharuan fasilitas lab KP, seperti karpet, computer, printer, dana membeli buku dan berlanggannan majalah serta artikel,dll, dan tinggal menunggu itu terkabulkan dari fakultas.

  • Kegiatan yang sudah dilakukan oleh lab untuk mahasiswa adalah workshop dengan menghadirkan para praktisi, pelatihan. Rencana yang sedang dirancang oleh kami sebelumnya adalah merekrut mahasiswa KP untuk terlibat dalam penelitian untuk lab KP.

  • Rencana selanjutnya, kegiatan yang akan lab lakukan adalah membuat “Big Data” yang bisa kita tampilkan dalam website, coaching jurnal untuk mahasiswa KP, membimbing mahasiswa dalam penulisan jurnal sampai jurnal tersebut dapat terbit.

  • Jurusan terus berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa untuk pemanfaatan laboratorium.

  • Pengembangan konten youtube dapat dilakukan di laboratorium.

  • Bisa dimaksimalkan untuk tempat praktek kebijakan, pengelolaan majalah, editing, dll.


  1. Jurnal Foundasia dan Jurnal Spektrum FSP

  • Selain membantu pengerjaan tugas, diharapkan juga menjadi gambaran untuk pengerjaan tugas akhir.

  • Jurnal spektrum khusus menampung artikel mahasiswa saat ini sudah memiliki e-ISSN dan sedang dlm proses pengembangan utk bisa akreditasi Sinta. Mohon doa dari teman-teman mahasiwa.

  • Bagi mahasiswa yg blm pernah mengakses jurnal spektrum, mohon buka link berikut http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/sakp/index Kedepan, jurnal ini akan dipublikasikan & menerima artikel dari mahasiswa luar.

  • Penulisan artikel ilmiah untuk mendukung kompetensi analis kebijakan telah disematkan dalam mata kuliah formulasi kebijakan pendidikan (ditempuh semester 3).

  • Untuk pelatihan teknik penulisan artikel jurnal nanti akan dilaksanakan bekerjasama dengan kegiatan lab, semua mahasiswa bisa join.

  • Sejauh ini memang mahasiswa tepatnya mengajar jurnal spektrum kebijakan pendidikan daripada foundasia. Walaupun keduanya bisa saling melengkapi, akan tetapi spektrum lebih spesifik ke topik-topik yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan sedangkan foundasia lebih ke fondasifondasi pendidikan dan lebih umum.

  • Untuk sosialisasi mungkin kita bisa memanfaatkan IG KP official sehingga mungkin mahasiswa KP bisa follow IG tersebut untuk mendapatkan info-info terbaru tentang jurusan maupun yang berhubungan dengan mahasiswa. 

  • Apakah sekiranya perlu juga menambahkan admin IG agar lebih aktif lagi untuk membuat flyer bahwa jurusan kita memiliki 2 jurnal lalu di publish di sana. 

  • Semoga dengan demikian mahasiswa bisa lebih mengenal jurnal kita dan manfaat untuk jurnal foundasia adalah jika artikel di dalamnya masuk ke salah satu artikel mahasiswa maka akan menambah eksistensi dari foundasia.


  1. Program Kewirusahaan FSP 

  • Terkait dengan materi kewirausahaan, apabila tidak ada pandemi biasanya UNY menunjukkan praktik kewirausahaan.

  • Dosen pengampu juga berusaha mengoptimalkan praktik kewirausahaan.

  • Sejauh ini untk program kewirausahaan sudah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, saat ini berada pada tahap sosialisasi dan motivasi, belum sampai pada tahap action. Akan segera dilakukan tindak lanjut dengan mendata usaha teman-teman mahasiswa.

  • Kolaborasi dengan HIMA yang mengadakan KP Mart.

  • Mengadakan program kewirausahaan, dan mengidentifikasi apa saja kewirausahaan yang identik dengan prodi Kebijakan Pendidikan.

  • Program kewirausahaan tidak hanya berupa jual beli, namun dapat berupa pelatihan      bagi mahasiswa seperti menjadi moderator dan MC.


  1. Media Penunjang Perkuliahan di FSP

  • Sebaiknya jurusan menyerahkan kamera jurusan kepada HIMA guna operasional media kreatif yang berkaitan dengan prodi.

  • Prodi dan HIMA akan bekerjasama untuk memaksimalkan pembuatan konten yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa KP. 

  • Terkait dengan media, dapat dimaksimalkan melalui mata kuliah advokasi, yaitu dengan pelatihan negosiasi, demonstrasi, dan lain sebagainya.


  1. Tanggapan dan Masukan untuk Kegiatan Advokasi

  • Advokasi jurusan dinilai bagus, namun akan lebih bagus apabila terdapat data kuantitatif. Sehingga dapat diketahui permasalahan umum dan khusus, permasalahan yang prioritas dan urgent, sehingga dapat diselesaikan.

  • Terdapat adanya klasifikasi masalah, seperti pembedaan antara permasalahan pada dosen secara pribadi dengan permasalahan kelembagaan.

  • Kata “beberapa mahasiswa” menjadi kurang spesifik (seharusnya menunjukkan jumlah yang pasti) sehingga tidak diketahui permasalahannya secara spesifik.

  • Kepedulian dan partisipasi mahasiswa Kebijakan Pendidikan sangat rendah, hal ini dapat diamati dari pengisian angket yang hanya 44 dari kurang lebih 120 mahasiswa Kebijakan Pendidikan tahun 2018 – 2020.

  • Apabila banyak mahasiswa yang menuntut perubahan terhadap jurusan, maka harus sesuai dengan karakter. Pada kenyataannya banyak mahasiswa yang tidak mengisi angket dan join dalam kegiatan advokasi namun menuntut banyak perubahan.



Yogyakarta, 8 Agustus 2021


Back To Top