Literasi Masa #4 “Matinya Profesi Guru”

Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY menyelenggarakan program Literasi Masa 2021 #4. Program Literasi Masa merupakan salah satu dari program kerja Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY yang hadir sebab dilatarbelakangi oleh rendahnya budaya literasi di indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat pada umumnya dan mahasiswa Kebijakan Pendidikan khususnya. Selain itu, program Literasi Masa juga menjadi wadah untuk berdiskusi rutin terkait topik-topik atau bab-bab yang termuat dalam sebuah buku. Adapun Buku yang menjadi bahan diskusi ialah Buku yang berjudul “Pendidikan yang Memiskinkan” karya Darmaningtyas. Literasi Masa #4 tahun 2021 diselenggarakan pada hari Sabtu, 08 Mei 2021 pada pukul 01.00 WIB sampai dengan selesai acara menggunakan perangkat aplikasi video conference Google Meet dan dibuka gratis untuk umum. Acara tersebut dipantik oleh Muhammad Ihsan, Mahasiswa Kebijakan Pendidikan 2020 dan dimoderatori oleh Fauzan Nurkholish selaku staff Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY 2021 yang juga merupakan mahasiswa prodi Kebijakan Pendidikan angkatan 2020. Topik dari pembahasan Literasi Masa #4 adalah “Matinya Profesi Guru”. Topik tersebut diambil berdasarkan Bab 4 Buku “Pendidikan yang Memiskinkan” karya Darmaningtyas. Antusiasme dari peserta terlihat ketika mendengarkan pemantik menyampaikan materi. Pada pertengahan acara, peserta diskusi berjumlah  20 orang. Diskusi juga berjalan sangat lancar. Moderator banyak berdiskusi dengan pemantik terkait problematika yang dihadapi guru saat menjalani profesinya. Selain itu, beberapa peserta lain juga berpendapat terkait dinamika permasalahan yang sedang dibahas. Sedikit kesimpulan dari diskusi Literasi Masa #4 bahwa ada aneka kebijakan dan tekanan yang menghalangi guru memberikan performa mereka yang terbaik dalam menjalankan profesionalitasnya. Namun, tak sedikit pula guru yang memang tidak berkualitas serta tidak profesional. Hal itu kemudian berdampak pada proses pembelajaran dan output yakni peserta didik yang juga tidak bermutu.  






Back To Top