DIALOG PUBLIK #2 x RUANG DIALEKTIKA # 4 Nonton Film dan Diskusi Online dengan tema “BELAJAR DARI PERJUANGAN PEREMPUAN DESA WADAS”

Dalam memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini Tahun 2021, pelaksanaan Ruang  Dialektika #4 kali ini spesial karena dalam rangka memperingati kedua hari tersebut, Ruang Dialektika kali ini berkolaborasi dengan Dialog Publik yang merupakan program diskusi BEM FIP UNY dan juga mengangkat isu pembahasan tentang perjuangan para wanita di Desa Wadas dalam memperjuangkan haknya dalam melindungi alam dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Belajar dari Perjuangan Perempuan Desa Wadas” menjadi judul isu yang dibahas dalam diskusi. Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Muhammad Ihsan dari prodi Kebijakan Pendidikan UNY 2020. Isu diskusi dipantik oleh Arofah selaku perwakilan dari Wadon Wadas dan Raudatul Jannah selaku perwakilan dari LBH Yogyakarta. Diskusi dilaksanakan pada hari Selasa, 24 April 2021 melalui media aplikasi Zoom dari pukul 15.00 sampai dengan 16.35 WIB. Acara juga dilakukan nonton bareng film “Wadas Tetap Waras”.

Acara tersebut terbuka untuk umum dan berlangsung kondusif dan antusias dengan jumlah peserta mencapai 25 orang dari berbagai instansi. Pembahasan mengulik mulai dari awal mula perlawanan warga Desa Wadas; penyebab konflik, terbentuknya kelompok-kelompok pergerakan warga Wadas, sampai pada bagaimana LBH Yogyakarta dalam mengedukasi para kaum perempuan di Desa Wadas dalam ikut melakukan perlawanan dan memperjuangkan haknya yaitu melindungi alam dan lingkungan tempat tinggalnya.

Raudatul Jannah selaku pemantik mengucapkan terima kasih kepada HIMA KP UNY dan BEM FIP UNY atas diangkatnya isu Wadas ini.

“Terima kasih sekali teman-teman sudah mau mengangkat kasus Wadas, karena sebelum terjadinya konflik kemarin pas Jumat (20/4/2021) isu Wadas ini masih di tataran bawah dan belum naik ke permukaan. Jadi, terima kasih kepada teman-teman sudah mau membahas isu Wadas.” 

Raudatul Jannah juga berharap bahwa diskusi ini bisa ada tindak lanjut dari para peserta diskusi. “Harapannya bahwa diskusi kali ini ada rencana tindak lanjutnya dari teman-teman. Mungkin nanti bisa membantu mengkampanyekan di tataran mahasiswa atau di tataran kota mengenai isu Wadas.”




 
 
Back To Top