Ruang Dialektika #1 "SKB Tiga Menteri : Perlu Gak Sih?"





 

   Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY menyelenggarakan program Ruang Dialektika 2021 #1. Program Ruang Dialektika merupakan salah satu dari program kerja Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY yang bertujuan untuk sebagai wadah – khususnya mahasiswa Kebijakan Pendidikan – untuk mengembangkan serta mengasah kembali nalar kritis yang hakikatnya dimiliki oleh manusia. Ruang Dialektika adalah sebuah forum diskusi rutin yang merupakan program kerja insidental Departemen Penalaran HIMA KP UNY. Ruang Dialektika #1 tahun 2021 diselenggarakan pada hari Selasa, 16 Februari 2021 pada pukul 18.45 WIB sampai dengan selesai acara menggunakan perangkat aplikasi Google Meet dan dibuka gratis untuk umum. Acara tersebut dipantik oleh Citra Widyastoto dan dimoderatori oleh Berliana Laksita Ratna. Keduanya merupakan staff Departemen Penalaran HIMA KP FIP UNY 2021 yang juga merupakan mahasiswa prodi Kebijakan Pendidikan angkatan 2020. Tajuk dari pembahasan Ruang Dialektika #1 adalah “SKB Tiga Menteri: Perlu Gak Sih?”. Tajuk tersebut diambil berdasarkan Angket Tema Ruang Dialektika yang telah disediakan oleh Departemen Penalaran untuk mewadahi mahasiswa prodi Kebijakan Pendidikan dan berdasarkan peristiwa ter-update yang sedang hangat diperbincangkan di pemberitaan dan di dunia maya. Terlihat antusiasme dari peserta diskusi baik secara kuantitas maupun kualitas.

       Pada pertengahan acara, peserta diskusi hampir menyentuh 40 orang. Diskusi juga berjalan sangat hidup dengan beberapa peserta yang berpendapat baik pro maupun kontra terkait permasalahan yang sedang dibahas. Sekilas mengenai SKB Tiga Menteri, yaitu surat keputusan bersama yang dikeluarkan oleh tiga Menteri Indonesia yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. SKB ini mengatur tentang penggunaan seragam dan atribut sekolah bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri jenjang pendidikan dasar dan menengah. Adanya SKB ini diawali dengan kejadian viral yang terjadi di SMK N 2 Padang, di mana Kota Padang sudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Kabarnya, di sekolah tersebut terdapat siswi non-muslim yang “dipaksa” oleh gurunya untuk menggunakan jilbab. Masalah ini akhirnya sampai diketahui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makariem dan jadilah SKB Tiga Menteri tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri jenjang pendidikan dasar dan menengah. Terdapat 6 poin dalam SKB Tiga Menteri tersebut, yang sampai saat ini banyak pendapat pro dan kontra. Selain itu banyak menimbulkan polemik dan juga permasalahan baru. Ruang Dialektika sendiri rencananya akan dilaksanakan satu kali dalam dua pekan menyesuaikan dengan program kerja dari departemen yang lain

Back To Top