PELATIHAN ADVOKASI 2020 "Mahasiswa Kritis Bukan Apatis"

Hari, Tanggal : Jumat, 8 Mei 2020
Pukul : 14.00 – 15.30 WIB
Tempat : Via Google Meet 
Operator : Amelia Rizky Nakita/ Kebijakan Pendidikan 2019
Moderator : Lina Eka Setyawan/ Kebijakan Pendidikan 2019
Pemantik : Yusticia Eka Noor Ida/ Wakil Ketua Lembaga Ombudsman DIY Bidang Penelitian Pengembangan dan Hubungan Kelembagaan 
Tema : Mahasiswa Kritis Bukan Apatis 
Peserta : 35 Orang
Notulis : Ayuk Widarningsih/ Kebijakan Pendidikan 2019 
Notulensi :

 Pelatihan advokasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan Advokasi Himpunan Mahasiswa Kebijakan Pendidikan 2020 yang telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Mei 2020. Acara ini bekerja sama dengan Lembaga Ombudsman DIY dengan menghadirkan Ibu Yusticia Eka Noor Ida sebagai pembicaranya. Partisipan yang hadir berasal dari kalangan umum dan mahasiswa Kebijakan Pendidikan itu sendiri. Acara berlangsung kondusif dengan alur pembicara menyampaikan materi tentang advokasi sesuai dengan tema acara, kemudian partisipan diajak berdiskusi dalam sesi tanya jawab. 
Advokasi adalah aksi yang strategis dan terpadu yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk memberikan masukan isu ataupun masalah ke dalam rancangan dan rencana kebijakan (Sheila Espine Vilaluz). Advokasi adalah usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesak terjadinya perubahan dalam kebijakan public secara bertahap (Mansour Faqih). Tujuannya advokasi adalah menyelesaikan sengketa antar orang maupun antar kelompok. Ada dua macam advokasi yaitu advokasi Non litigasi di luar pengadilan, contohnya pengorganisasian, jejaring, penelitian, pendidikan, dll. Advokasi Litigasi atau dalam pengadilan, contohnya berbicara kepada pengadilan mengenai permasalahan. 
Alur Advokasi
Peristiwa yang diamati.
Pencarian Fakta (mencari objektivitas suatu kasus atau bahan)
*Metodenya ada 2 macam yaitu:
Langsung (investasi di lapangan)
Tidak Langsung (relevansinya diluar pungli)
*Melalui 5W 1H
Analisis Fakta 
Identifikasi laporan (aspek yang dilanggar apa)
Melakukan research atau kajian dari identifikasi.
Advokasi, yaitu menggunakan upaya hukum dan keadilan yang ada.
Evaluasi, memberi kesimpulan dan evaluasi untuk upaya perbaikan advokasi selanjutnya. Mungkin bisa melihat dari kelebihan serta kekurangan dari metode yang digunakan, riset, serta upaya lainnya.
Tips Mencari Fakta
Fokus pada fakta yang relevan pada suatu kasus.
Jangan memberikan pertanyaan yang menekan secara psikologis
Memperhatikan fakta sekecil apapun.
Jangan menyimpulkan secara dini.
Jangan hanya mendengarkan satu sumber.
Mengumpulkan bukti, bisa melalui dokumen, foto, dan video.
Menggali informasi yang ada yang sedang terjadi pada masyarakat dan kearifan lokal yang ada. 
Strategi Advokasi
Hindari memulai advokasi dengan objektif tidak semata dari asumsi kita.
Dahulukan non litigasi dari pada yang litigasi.

Advokasi Pendidikan 
Kegiatan advokasi pendidikan selaras dengan tujuan Negara pada pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdasakan kehidupan bangsa. Pasal 31 UUD 1945 yaitu mengenai hak-hak setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan. Untuk mewujudkan amanat tersebut maka setiap pihak terkait dengan pendidikan harus bersinergi untuk mewujudkannya, baik dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Adapun prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah berkeadilan, demokratis, non diskriminasi, mengandung nilai agama, kemajemukan bangsa, serta kultural. Prinsip lainnya dalah pendidikan diharapkan mampu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat serta masyarakat menjadi pastisipan.
Pendidikan merupakan bagian dari pelayanan publik yang diatur dalam pasal 5 ayat 2 tentang pelayanan publik, maka pelayanan pendidikan merupakan kewajiban dari organisasi penyelenggaraan pelayanan public bidang pendidikan. Dalam praktik pendidikan, sering terjadi pernyimpangan. Negara yang belum maksimal, masyarakat menjadi objek dan korban, dan belum adanya tolok ukur pelayanan pendidikan yang baik. Praktik mal administrasi dalam pendidikan juga sering terjadi seperti pungutan liar, penahanan ijazah, diskriminasi, tidak ramah pada penyandang disabilitas, serta kurangnya transparasi pengelola. Maka dari itu, pelayanan pendidikan perlu adanya sebuah pengawasan.
 Cara yang perlu diketahui dalam melakukan pengawasan, yaitu adanya nilai kepedulian yang diawali dengan kepekaan pada kejadian yang ada di sekitar atau kita alami. Mengetahui tata kelola atau mekanismenya, berani mencari bukti dan membuktikannya, serta contoh yang dapat dilakukan uji petik, dan yang terakhir mempertanyakan kepada lembaga yang bertanggung jawab atas bidang pendidikan.
Mahasiswa disebut sebagai agen perubahan, yang diharapkan lebih memiliki pikiran serta sikap kritis pada realita di sekitar kita. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan mahasiswa dalam bidang layanan public, yaitu: Membuat masyarakat cerdas dan cermat. Menjadi tempat diskusi dan mendapatkan informasi terkait layanan public dalam banyak sektor pelayanan, menjaga kualitas budaya dan nilai kearifan local. Serta memiliki komitmen dan konsisten pada mutu pendidikan. 
Back To Top